Penggunaan Yakult di MBG Jadi Problem Kesehatan, SPPG Sudi Mampir Jadi Sorotan 

Sampang _ Biro7.com _ Pengguna minuman Yakult dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sudi Mampir, Ketapang, Sampang, menuai kritik dan sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Pasalnya, minuman Yakult adalah minuman khusus pencernaan dan tidak ada anjuran resmi dari badan gizi nasional yang menyatakan “boleh” dalam penggunaannya di Program MBG.

Menurut para ahli kesehatan, Yakult aman dikonsumsi oleh sebagian besar orang untuk menjaga kesehatan pencernaan, namun perlu diperhatikan beberapa hal seperti kandungan gula dan kondisi kesehatan tertentu bagi anak didik atau murid (penerima manfaat).

Hal itu juga dijelaskan salah satu Pakar Ahli Gizi, Penggunaan Yakult dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dikenakan sanksi jika dianggap melanggar standar gizi atau keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sanksi tersebut dapat bervariasi, mulai dari teguran hingga penutupan dapur yang bersangkutan, dan bahkan melibatkan tuntutan pidana atau perdata jika terbukti adanya keracunan massal akibat kelalaian atau kesengajaan.

Jenis Sanksi dan Konsekuensi

Sanksi Administratif :

Pihak penyelenggara atau mitra (seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG atau UMKM) dapat dikenakan sanksi administratif seperti teguran lisan atau tertulis, pembekuan izin operasional, hingga penutupan dapur sementara atau permanen.

Dengan tegas dirinya menegaskan, jika penggunaan bahan pangan yang tidak sesuai standar menyebabkan insiden keracunan atau gangguan kesehatan serius, pihak yang bertanggung jawab dapat menghadapi tuntutan pidana atau perdata. Hal ini didasari oleh UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, yang menekankan pentingnya keamanan dan kualitas pangan untuk konsumsi publik.

Program secara keseluruhan dapat dievaluasi total oleh Presiden dan BGN, dengan pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Mengapa Yakult Berpotensi Melanggar Standar?

Program MBG mengharuskan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi yang seimbang (mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin) dan higienis. Minuman kemasan seperti Yakult, meskipun aman dikonsumsi, mungkin tidak memenuhi kriteria sebagai komponen utama “makanan bergizi” yang seimbang atau tidak termasuk dalam daftar bahan pangan yang disetujui dalam petunjuk teknis (juknis) BGN.

Kandungan Gizi :

Program ini berfokus pada penyediaan makanan padat yang lengkap. Mengganti salah satu komponen makanan utama dengan minuman probiotik dapat dianggap tidak memenuhi standar gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak.

Regulasi BPOM :

Meskipun produk probiotik memiliki regulasi BPOM sendiri sebagai suplemen kesehatan atau pangan olahan, penggunaannya dalam konteks program bantuan pemerintah skala besar harus sesuai dengan juknis yang dikeluarkan oleh BGN.

Keamanan Pangan: Semua bahan yang digunakan harus memiliki sertifikat laik hygien sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan setempat, dan penyimpanan serta penyajiannya harus mengikuti 5 kunci keamanan pangan untuk menghindari risiko kontaminasi.

Secara ringkas, sanksi akan dijatuhkan bukan karena Yakult adalah produk yang buruk, melainkan karena penggunaannya kemungkinan tidak sesuai dengan panduan teknis dan standar gizi spesifik yang diwajibkan untuk program MBG. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *