Dua Nenek Bersaudara di Kedungdung Kembali Terima Bantuan Kemanusiaan

Sampang _ Biro7.com – Kisah pilu dua nenek bersaudara yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot di Dusun Lenteng, Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kembali mengetuk hati banyak pihak.

Setelah sebelumnya mendapat perhatian dari sejumlah relawan dan Pemerintah Daerah, kini bantuan kemanusiaan kembali mengalir kepada kedua lansia tersebut.

Lazisnu Kabupaten Sampang bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungdung kembali mengunjungi kediaman mereka untuk menyalurkan bantuan sosial.

Dua nenek bersaudara itu diketahui bernama Masdijah (70) dan Patha (60). Keduanya telah lama hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa penghasilan tetap dan jauh dari akses kehidupan yang layak.

Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil berdinding anyaman bambu yang telah lapuk, beratapkan bocor, serta berlantaikan tanah.

Ketua Lazisnu Kabupaten Sampang, Suwadi, mengatakan pihaknya merasa tersentuh setelah mendengar kondisi dua nenek tersebut.

“Kami ikut prihatin setelah mengetahui ada dua nenek bersaudara di Kecamatan Kedungdung yang tinggal di rumah kecil dan serba kekurangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Lazisnu bersama PCM Kedungdung menyalurkan berbagai bantuan, tidak hanya berupa sembako.

“Kami membawa bantuan sembako, lemari, seperangkat alat salat, serta beberapa pakaian. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban beliau,” tuturnya.

Sementara, Ketua PCM Kedungdung, H. Qorib, menyampaikan banyak terima kasih kepada Lazisnu Kabupaten Sampang yang telah terun langsung dan memberikan perhatian kepada dua lansia tersebut.

“Semoga ke depan semakin banyak relawan dan lembaga sosial yang ikut andil membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.

Dan untuk harapannya, kepada pemerintah daerah supaya lebih memperhatikan lagi terhadap orang-orang yang kurang mampu kedpennya.

“Kami harap pemerintah daerah lebih memperhatikan orang-orang yeng lebih membutuhkan,” harapnya

Diketahui, Kondisi tempat tinggal kedua nenek tersebut kian memprihatinkan, terutama saat musim hujan tiba. Air kerap masuk ke dalam rumah, membuat mereka kesulitan beristirahat dengan nyaman.

Keadaan semakin berat karena Masdijah, sang kakak, saat ini sedang sakit dan hanya bisa terbaring lemah di tempat seadanya.

Bantuan yang terus berdatangan diharapkan dapat menjadi awal dari perhatian berkelanjutan agar kedua nenek bersaudara tersebut dapat hidup dengan lebih layak.

(AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *