Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Sampang Dikeluhkan Warga, Pemkab Sebut Stok Masih Aman

Sampang _ Biro7.com – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Sampang.

Kondisi ini membuat warga, khususnya pelaku usaha kecil, mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu warga Perumahan Selong Mutimmah mengaku kebingungan mencari elpiji di tengah kesibukannya mengelola usaha keripik pisang. Ia mengatakan sempat kehabisan gas saat proses produksi sedang berlangsung.

“Kemarin saya kehabisan gas di tengah menggoreng keripik pisang. Saya sudah keliling ke beberapa toko langganan, tapi semuanya bilang kosong. Akhirnya saya terpaksa numpang menggoreng di rumah ibu saya di Kecamatan Kedungdung,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain Salamah, seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan bahwa sejak sehari sebelumnya ia kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg.

“Di sekitar sini ada sekitar empat toko. Tadi pagi saya suruh anak saya menukar tabung kosong, tapi semua bilang habis dan belum ada kiriman,” katanya.

Tingginya kebutuhan membuat sebagian warga rela membeli elpiji dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sejumlah toko, harga gas melon tersebut bahkan mencapai Rp25.000 per tabung.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abd Barri, memastikan bahwa stok dan distribusi elpiji di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.

Ia menjelaskan bahwa kelangkaan yang terjadi di tingkat pengecer kemungkinan disebabkan oleh lonjakan konsumsi musiman pasca Idul Fitri dan Lebaran Ketupat, bukan karena pengurangan pasokan.

“Berdasarkan koordinasi antara Pemkab dan Pertamina Patra Niaga, stok elpiji untuk Sampang tetap sesuai kuota awal tahun dan tidak ada pengurangan. Distribusi dari SPBE ke agen hingga pangkalan juga tidak mengalami kendala,” jelasnya. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *