
Sampang _ Biro7.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, menyoroti dugaan aksi intimidasi dan pemerasan terhadap sejumlah lembaga pendidikan yang diduga dilakukan oleh oknum dengan mengatasnamakan organisasi tersebut.
Ketua PWI Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima sejumlah pengaduan terkait dugaan ulah oknum yang mencari-cari persoalan di lingkungan sekolah, kemudian meminta uang dengan dalih menyelesaikan masalah yang ditemukan.
Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya berpotensi merugikan pihak yang menjadi sasaran, tetapi juga mencoreng nama baik organisasi dan profesi wartawan.
Ia menyebut, beberapa pihak sekolah memilih menghubungi pengurus PWI Sampang untuk memastikan kebenaran identitas maupun afiliasi orang yang mengaku sebagai bagian dari organisasi tersebut.
Langkah klarifikasi itu dinilai penting agar pihak sekolah tidak mengambil keputusan di bawah tekanan.
“Ada oknum pers yang diduga mencoba mengintimidasi pihak sekolah, mencari-cari kesalahan, hingga berupaya melakukan pemerasan dengan mengaku anggota PWI Sampang,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Dugaan serupa kembali mencuat setelah seorang pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menghubungi dirinya untuk mengonfirmasi persoalan pembelian seragam sekolah yang dipermasalahkan oleh oknum tertentu.
Berdasarkan informasi yang diterima, oknum tersebut diduga meminta uang damai hingga jutaan rupiah terkait persoalan pembelian seragam. Namun, dugaan permintaan tersebut tidak berlanjut setelah pihak Dinas Pendidikan melakukan konfirmasi langsung kepada pengurus PWI Sampang.
Hanggara menegaskan, organisasinya tidak membenarkan tindakan yang menggunakan identitas atau nama PWI sebagai sarana untuk menekan pihak lain demi kepentingan pribadi.
Ia juga menyatakan bahwa PWI Sampang membuka peluang untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum apabila dugaan pelanggaran terus terjadi dan ditemukan bukti yang memadai.
“Saya tidak akan segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ada oknum yang terus mencatut nama PWI Sampang untuk melakukan intimidasi maupun dugaan pemerasan. Kami tidak ingin nama baik organisasi dirusak oleh perbuatan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hanggara mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas secara profesional, berpedoman pada etika jurnalistik, serta mengedepankan kepentingan publik.
Karena itu, identitas sebagai insan pers tidak seharusnya digunakan untuk menakut-nakuti pihak tertentu atau meminta imbalan dengan dalih penyelesaian persoalan.
PWI Sampang pun mengimbau instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, dan lembaga lainnya di Kabupaten Sampang maupun wilayah Madura agar melakukan verifikasi apabila menerima kunjungan atau permintaan dari pihak yang mengaku sebagai anggota maupun membawa nama organisasi tersebut.
Hanggara berharap masyarakat dan seluruh instansi tidak ragu menghubungi pengurus PWI Sampang untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menindaklanjuti permintaan yang mencurigakan.
“Kami berharap setiap instansi, sekolah, maupun OPD melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Sampang apabila ada pihak yang mengatasnamakan organisasi. Langkah ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh dugaan praktik intimidasi maupun pemerasan,” pungkasnya. (AM)






