Sampang–Biro7.com – Adanya evaluasi Pj Kepala Desa Se-kabupaten Sampang Madura beberapa hari yang lalu memancing respon terhadap masyarakat yang penuh dengan pro kontra.
Banyak aktivis-aktivis yang menyikapi hal tersebut dengan berbeda pandangan, ada yang mengatakan bahwa Pj Bupati sudah melabrak aturan, ada juga yang sebagian mengatakan sudah hal biasa perihal tersebut.
Selain aktivis, hari ini (16/5/2024) Badan Permusawaratan Desa (BPD) juga merasa bahwa, Pj Bupati sudah membuat keputusan yang tidak seharusnya dibuat disebabkan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu.
“Kita ini dibentuk dulu dengan SK Bupati, jadi seharusnya kalau mau ngambil keputusan terkait akan adanya evaluasi Pj Kades, karena ini menyangkut Desa harus di musyawarah kan terlebih dahulu dengan kami, biar kesannya kita masih dianggap manusia, bukan hewan,” ucap Rolis Sanjaya dalam Orasinya.
Selain Rolis, Dessir yang juga salah satu orator dalam Demontrasi tersebut juga menyuarakan bahwa, Pj Bupati Rudi Arifiyanto sudah bikin gaduh Kabupaten Sampang.
“Padahal hanya baru kemarin PJ Bupati itu menginjakkan kakinya di Kabupaten Sampang sudah berani mengobok-obok, apa tidak dikatakan kurang ajar,” ucapnya dengan lantang.
Pihaknya berharap, Pj Bupati harus bertanggung jawab akan adanya keputusan yang dirinya telah buat dan menemui masa aksi.
“Jangan ngumpet dibalik ruangan yang berasi pak Pj, kami disini kepanasan jadi tolong temui kami dan jelaskan terhadap kami tentang keputusan yang telah kamu buat,” imbuh dalam Orasinya.
Sementara Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto tidak kunjung keluar meski suara lantang di suarakan oleh beberapa orator.
Setelah menunggu lama, dua perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sampang yang merupakan bagian dari Tim evaluasi keluar menemui masa aksi dan mengatakan bahwa Pj Bupati tidak ada.
“Mohon Maaf pj Bupati lagi tidak ada disini, jadi kiranya sampaikan secara tertulis, kami janji nanti akan kami sampaikan terhadap beliau,” pungkasnya. (AM)






