Guru Honorer di Lumajang Mengeluh, Transport Bimtek Pengembangan Kompetensi Belum Cair

Lumajang – Biro7.com – Tunjangan Nonip yang menjadi harapan bagi guru honorer sebesar Rp 500 ribu perbulan, lalu dikurangi menjadi Rp 250 ribu, lantas tidak ada sama sekali. Dan sekarang ada angin segar bahwa namanya bukan tunjangan Nonip tapi berganti menjadi transport Bimbingan Teknis (bimtek) Pengembangan Kompetensi Guru.

Di mana semua guru honorer di bimtek terlebih dahulu lalu setelah beberapa kali pelaksanaan, transport sebesar Rp 250 ribu tersebut akan cair dengan ketentuan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Namun, hingga hari ini ternyata hanya tinggal harapan saja alias belum cair.

Salah satu guru honorer yang enggan disebut identitasnya menyayangkan bahwa ia dan guru-guru yang lain sudah melaksanakan bimtek. Tapi hingga hari ini belum ada transferan di rekeningnya. “Menurut infonya ada berkas yang salah yang perlu direvisi, sehingga belum cair,” ucapnya sambil harap-harap cemas.

Takutnya, masih menurut guru itu, jangan-jangan kita dipermainkan sebab berkasnya sudah lengkap tapi masih salah, direvisi lagi salah lagi. “Masak transport cuma Rp 250 ribu kita masih di lempar ke sana kemari,” gerutunya dengan agak kesal.

Ia berharap transport tersebut segera cair sebab itu adalah salah satu rejeki yang ia harapkan. “Ya, ini untuk kebutuhan keluarga mas, untuk anak bini saya, kalau tidak cair maka saya harus cari utangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap guru dengan polosnya.

Pengurus salah satu wilker (wilayah kerja) di Lumajang menjelaskan bahwa penyebab keterlambatan pencairan transport tersebut adalah murni dari kesalahan pengurus dan guru yang bersangkutan sebab setelah diteliti ternyata memang berkasnya yang salah. Ada yang kurang tanda tangan, ada yang kurang namanya, ada ketikan nama yang salah dan lainnya.

“Jadi itu murni kesalahan pengurus dan guru peserta bimtek bukan kesalahan Kemenag atau Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang,” tegas pria yang enggan disebut namanya ini.

 

(Fzen/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *