Cuaca Buruk dan Serangan Hama Menjadi Tantangan Besar Bagi Petani Tembakau

 

Sampang _ Biro7.com – Musim tanam tembakau tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petani di wilayah Madura, khususnya, di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi pertumbuhan tembakau kali ini dinilai jauh dari harapan akibat cuaca yang kurang bersahabat dan serangan hama yang begitu agresif.

Hama jenis ulat batang menyerang tanaman secara merata dan menyebabkan kerusakan serius. Hal ini berdampak langsung pada hasil panen yang menurun dan kualitas daun tembakau yang tidak maksimal.

“Sekarang ada ulat batang yang merusak tanaman, sehingga hasil pertumbuhannya kurang bagus,” ujar Jamaluddin salah satu petani tembakau setempat saat ditemui di ladangnya. Senin (25/8/2025)

Petani tersebut mengaku, musim tanam tahun ini menjadi yang paling berat selama beberapa tahun terakhir. Bahkan ia harus melakukan penanaman hingga tiga kali lantaran tanaman sebelumnya gagal tumbuh optimal.

“Untuk tahun ini saya sudah tiga kali menanam ulang, dan tentu saja biaya yang dikeluarkan jadi lebih besar,” tambahnya.

Ia memperkirakan total modal yang telah dikeluarkan mencapai sekitar Rp4 juta. Dengan kondisi seperti ini, ia hanya bisa berharap harga jual tembakau bisa stabil seperti tahun lalu agar petani tidak semakin merugi.

“Kalau tahun lalu harga tembakau masih di kisaran Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Tapi sekarang informasinya malah di bawah itu. Saya berharap pemerintah daerah dan pihak gudang bisa memperhatikan kondisi petani di bawah,” pungkasnya. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *