Akibat Cuaca Tak Mendukung, Pengusaha Genteng di Sampang Alami Kerugian

Sampang _ Biro7.com – Pengusaha genteng yang berada di Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura mengaku alami penurunan produksi disebabkan cuaca alam yang tidak mendukung alias seringnya turun hujan dalam beberapa waktu ini.

Sementara kendala utama yang dialami oleh pengusaha tersebut dikarenakan proses pengeringan yang memakan waktu lebih lama dibandingkan musim kemarau.

Genteng yang biasanya kering hanya memerlukan waktu dua atau tiga hari di musim kemarau, kini perlu waktu satu minggu atau lebih karena jarang nya ada sinar matahari, Sehingga berdampak pada berkurangnya kapasitas produksi dan pendapatan para pengrajin.

Salah satu pengrajin genteng di Desa Karang Penang, mengungkapkan bahwa musim penghujan menjadi tantangan besar bagi para pengrajin.

Yang biasanya bisa memproduksi sampai tiga kali pembakaran di waktu kemarau, di musim penghujan jadi terhambat dikarenakan harus menunggu keringnya terlebih dahulu.

“Untuk saat ini hanya bisa 1 kali saja, karena genteng yang belum kering tidak bisa dibakar, jadi kami terpaksa menunggu keringnya dulu sekitar 1 Minggu lebih, tergantung keadaan cuaca,” ujar Lamri, Kamis (3/1/2025).

Lamri menambahkan bahwa proses pengeringan yang lama juga menyebabkan genteng menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.

“Kalau terlalu lama basah, genteng bisa retak atau berubah bentuk. Itu jadi rugi buat kami,” katanya.

Selain itu, lanjut Lamri, saat ini harga genteng mengalami kenaikan dikarenakan stok barang yang sedikit, sedangkan permintaan dari konsumen banyak.

“Harganya saat ini mengalami kenaikan karena stok barangnya sedikit, kami disini menjual dengan harga kisaran 1,3 hingga 1,4 juta per 1.000 bijinya, itupun belum termasuk biaya ongkirnya,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Faiz, pengrajin lainnya, bahwa di musim hujan tidak hanya berdampak pada proses produksi, tetapi juga meningkatkan biaya operasional.

“Kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk para pekerja pada saat melakukan proses pengeringan. Karena pada saat musim hujan penjemurannya tidak hanya dilakukan 1 kali,” ujarnya.

Dia menambahkan saat ini produksi genteng terhambat karena faktor cuaca yang tidak mendukung, sehingga stok barang menjadi langka.

“Sekarang ini produksi genteng banyak terhambat, mulai dari proses pengeringan, pengambilan bahan mentah, bahkan proses pencetakannya juga terhambat, karena percuma mencetak banyak kalau tidak sambil di jemur kan tempatnya tak memadai,” kata Faiz.

Faiz berharap pemerintah atau pihak terkait bisa memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk para pengrajin genting, semisal bantuan berupa alat pengering buatan atau teknologi modern yang dapat membantu pengrajin tetap produktif di tengah cuaca yang tidak menentu,” tandasnya. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *