
Sampang _ Biro7.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sampang pada Selasa (19/8/2025) sore menyebabkan tiga Desa di Kecamatan Jrengik terendam banjir.
Akibatnya, aktivitas warga sempat terhenti meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Rhomadani Amin, menyampaikan bahwa air mulai memasuki wilayah permukiman dan jalan desa sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 dini hari.
Tiga desa yang terdampak yakni Desa Majengan, Desa Margantoko, dan Desa Panyepen.
“Sekitar pukul tiga dini hari, air mulai naik,” ujar Candra saat dikonfirmasi pada Rabu (20/8/2025).
Menurut Candra, banjir disebabkan oleh aliran air kiriman dari wilayah utara, yakni dari Desa Konang dan Tambelangan yang merupakan daerah dataran tinggi.
“Informasi dari warga, ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter,” jelasnya.
Dari ketiga desa yang terdampak, Desa Majengan menjadi wilayah paling parah. Air bahkan sempat menggenangi hampir seluruh area persawahan di desa tersebut. Namun demikian, banjir mulai surut sekitar pukul 07.00 pagi.
“Tadi pagi sekitar jam tujuh, air sudah mulai surut,” tambah Candra.
Hingga saat ini, data pasti mengenai jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan. Meski demikian, pihak BPBD bersyukur tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Diketahui, meskipun sempat mengganggu aktivitas warga, banjir di tiga desa tersebut tidak terlalu signifikan. Arus lalu lintas pun tetap berjalan normal. (AM)






