AMM Sampang Sebut Aksi Massa Berawal dari Loyalitas Santri, Bukan Arahan Pengasuh Ponpes

Sampang _ Biro7.com- Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Sampang menilai aksi massa yang terjadi di Kantor Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang dua hari yang lalu merupakan bentuk spontanitas yang lahir dari loyalitas para santri kepada guru mereka.

Organisasi tersebut meyakini aksi itu bukan gerakan yang dirancang maupun diarahkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Karangdurin, KH Fauzan Zaini.

Perwakilan AMM Sampang, Moh. Thoifur Syairozi, mengatakan pihaknya secara kelembagaan tetap menyayangkan terjadinya aksi massa di lingkungan PCM Karangpenang.

Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan yang dapat memunculkan anggapan adanya konflik antara KH Fauzan Zaini dan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami meyakini bahwa gerakan itu adalah bagian dari loyalitas santri kepada gurunya, bukan karena gerakan yang dipola atau diarahkan oleh KH Fauzan sebagai pimpinan pondok pesantren,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, setiap dinamika yang terjadi semestinya menjadi pelajaran bersama untuk membangun komunikasi yang lebih baik.

Ia berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang tanpa disertai penjelasan yang berimbang.

Pihaknya juga memastikan akan membuka ruang komunikasi dengan KH Fauzan Zaini dalam waktu dekat. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memperjelas duduk persoalan sekaligus meredam polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog sehingga tidak lagi memunculkan informasi sepihak yang berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangpenang menegaskan bahwa aksi massa tersebut tidak berkaitan dengan Nahdlatul Ulama (NU) secara kelembagaan.

“Saya baru mengetahui adanya agenda tersebut setelah menerima informasi dari Kapolres Sampang dan selanjutnya diminta Ketua PCNU untuk membantu menenangkan massa,” ungkapnya

Keterangan serupa disampaikan Nasiruddin, salah seorang alumni Pondok Pesantren Karangdurin yang mengikuti aksi tersebut.

Ia menyebut kehadiran para alumni merupakan inisiatif spontan setelah beredar kabar mengenai rencana pelaporan terhadap KH Fauzan Zaini.

“Tidak ada instruksi dari siapa pun, bahkan KH Fauzan sendiri disebut tidak mengetahui rencana aksi itu sendiri,” tutupnya (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *