Anggaran Dipangkas, Dropping Air Bersih di Sampang Hanya Separuh dari Tahun Lalu

Sampang _ Biro7.com – Pemerintah Kabupaten Sampang tahun ini harus memangkas kuota bantuan air bersih akibat keterbatasan anggaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, menyampaikan bahwa jumlah pasokan air bersih untuk desa terdampak kekeringan mengalami pengurangan hingga 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Awalnya kami mengusulkan anggaran sebesar Rp150 juta, tapi yang disetujui hanya Rp75 juta,” kata Fajar pada Senin (15/9/2025).

Pemangkasan anggaran ini berdampak langsung pada distribusi air bersih ke desa-desa. Jika pada tahun sebelumnya setiap desa bisa menerima 4 tangki air, kini hanya 2 tangki yang dapat didistribusikan.

Sementara, dropping air bersih akan difokuskan terlebih dahulu pada 77 desa yang masuk dalam kategori kritis. Sedangkan 18 desa lainnya akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Memang pengurangan ini cukup terasa, terutama bagi desa-desa yang sangat bergantung pada bantuan air bersih. Tapi kami akan tetap berupaya memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan,” ujarnya.

Meski anggaran 2025 terbatas, Fajar memastikan bahwa penanganan kekeringan pada tahun 2026 akan lebih siap.

“Hal ini karena pengadaan air bersih telah dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, sehingga tidak lagi bergantung pada Belanja Tidak Terduga (BTT) ataupun perubahan anggaran melalui PAPBD,” tutupnya

Untuk diketahui, musim kemarau tahun ini berdampak pada 95 desa di 14 kecamatan di wilayah Sampang. Dari jumlah tersebut, 77 desa masuk kategori kritis, enam desa mengalami kekeringan langka, dan 12 desa tergolong langka terbatas. (AM)

Exit mobile version