
Sampang _ Biro7.com – Perusahaan umum BULOG kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui BULOG Peduli Hijau.
Kali ini, mereka berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan menanam 250 bibit pohon jambu air secara serentak di tiga desa, yakni Desa Taddan, Desa Dharma Camplong, dan Desa Batokarang yang terletak di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Sabtu (13/12/2025)
Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem daratan.
Program BULOG Hijau bukan sekadar pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan lingkungan tetap lestari.
“Penanaman jambu air camplong ini diharapkan memberi manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat yang berkelanjutan tentang ekosistem daratan,” ujarnya.
Menurut dia, Kecamatan Camplong dipilih karena memiliki lahan tegalan datar yang masih belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hijau produktif.
Selain meningkatkan tutupan vegetasi, penanaman pohon jambu air juga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon, penyediaan peneduh alami, serta penguatan struktur tanah untuk mencegah erosi.
Tanaman ini dinilai cocok dengan karakter tanah Madura dan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan secara alami.
Tak hanya berdampak ekologis, program ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Jambu air camplong merupakan komoditas unggulan khas Sampang dengan cita rasa premium dan prospek pasar yang menjanjikan.
Ketika mulai berbuah, tanaman ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga di ketiga desa, baik melalui penjualan buah segar maupun pengolahan produk turunannya.
“Kami berharap penanaman ini menjadi titik awal gerakan yang lebih luas. Ketika masyarakat merasakan manfaat ekologis dan ekonominya, kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh dengan sendirinya,” tambah Sudarsono.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sampang, Ir. R.P. Muhammad Zis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan kebijakan lanjutan untuk memperkuat gerakan penanaman pohon di tengah masyarakat.
“Kami sedang mengawal rencana Peraturan Bupati yang mendorong setiap pasangan pengantin baru ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon. Ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pertanian,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan, sekaligus mempercepat upaya pelestarian lingkungan. Ke depan, jenis tanaman yang ditanam juga akan disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing wilayah.
“Setiap kecamatan bisa menanam komoditas yang paling sesuai, dengan tujuan utama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (AM)






