Sampang _ Biro7.com – Dugaan intervensi dan intimidasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah Puskesmas di wilayah Kabupaten Sampang memicu kemarahan sejumlah aktivis dan tenaga kesehatan lainnya.
Mereka turun ke jalan menyuarakan protes dan mendesak Dinas Kesehatan Sampang memberikan klarifikasi dan solusi atas apa yang terjadi.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di depan kantor Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-Kb) Sampang, dengan membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan langsung kepada Plt Kepala Dinkes, dr. Dwi Herlinda Lusi. Selasa (14/10/2025)
Mahrus, salah satu peserta aksi, menilai bahwa intervensi dan tekanan terhadap nakes merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip profesionalisme kerja di sektor kesehatan.
“Wilayah kerja kesehatan tidak seharusnya disusupi kepentingan politik. Tenaga kesehatan harus bekerja secara profesional tanpa tekanan dari pihak manapun,” tegas Mahrus.
Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada Dinkes Sampang, yakni:
1. Menghentikan segala bentuk intervensi dan intimidasi dari atasan terhadap nakes di seluruh Puskesmas di 14 kecamatan.
2. Memastikan nakes yang belum terakomodir dalam pengangkatan PPPK paruh waktu mendapatkan kejelasan status.
3. Memberikan transparansi terkait Surat Keputusan (SK) pemecatan nakes yang dinilai tidak berdasar.
Menurut Mahrus, hingga saat ini pihaknya hanya mendapatkan jawaban normatif dari Dinkes Sampang dan diminta untuk menunggu selama satu minggu ke depan.
“Kalau dalam satu minggu ini tidak ada kejelasan, kami pastikan akan menggelar aksi besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kabupaten Sampang,” tegasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Plt Kadinkes Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil seluruh kepala Puskesmas untuk melakukan klarifikasi terhadap laporan dan dugaan yang berkembang di bawah.
“Kami akan memberikan jawaban resmi setelah satu minggu ini, setelah melakukan pemanggilan terhadap semua kepala Puskesmas,” ujarnya singkat.
Jurnalis: Cak Amink






