GMNI Sampang Soroti Pelibatan Anak dalam Aksi Dukung MBG: Demontrasi Jangan Korbankan Masa Depan Anak

Sampang _ Biro7.com- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini masih menjadi salah satu kebijakan pemerintah pusat yang memunculkan perdebatan di tengah masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai program tersebut membutuhkan evaluasi menyeluruh sebelum dilaksanakan secara masif, sementara sebagian lainnya justru mendorong agar program tetap dilanjutkan, seperti demontrasi yang digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang pada Kamis (25/6/2026),

Namun, aksi tersebut menjadi sorotan karena melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai peserta demonstrasi.

Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPC GMNI Sampang, Bung Faqih, menilai bahwa pelibatan anak dalam demonstrasi merupakan langkah yang kurang tepat.

Menurutnya, hak anak untuk memperoleh pendidikan dan perlindungan harus menjadi prioritas dibandingkan kepentingan politik maupun dukungan terhadap suatu kebijakan.

Jika memang akan ada demonstrasi susulan, para koordinator lapangan maupun analisator aksi hendaknya mengutamakan keselamatan anak-anak.

“Mereka memiliki tugas utama untuk belajar dan mempersiapkan masa depannya, bukan dilibatkan dalam demonstrasi untuk mempertahankan program yang menurut kami masih terbilang prematur,” ujarnya.

Faqih juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah aksi demonstrasi tidak diukur dari banyaknya peserta yang hadir.

Namun kualitas gagasan dan tanggung jawab terhadap keselamatan peserta jauh lebih penting daripada sekadar menunjukkan besarnya massa.

Korlap dan analisator aksi seharusnya kembali memahami substansi demonstrasi. Jangan hanya mengejar kuantitas massa, tetapi juga memperhatikan kualitas gerakan.

“Keselamatan anak di bawah umur merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan demi kepentingan apa pun,” tegasnya.

Sementara sekretaris DPC GMNI Sampang, Bung Asbul, menilai pelibatan anak dalam demonstrasi berpotensi menimbulkan kesan politis dan kurang mencerminkan edukasi yang tepat bagi anak.

Menurutnya, apabila tujuan utama adalah memperkenalkan Program MBG kepada peserta didik, pendekatan yang lebih bijak adalah melalui kegiatan sosialisasi maupun edukasi di lingkungan sekolah, bukan dengan membawa mereka ke dalam demonstrasi yang memiliki risiko keselamatan.

Menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, ketika demonstrasi melibatkan anak di bawah umur, menurut kami hal tersebut kurang tepat.

“Anak-anak rentan terhadap berbagai risiko selama berada di jalan maupun di lokasi aksi. Jika memang ingin memberikan pemahaman mengenai Program MBG, lakukan melalui sosialisasi yang edukatif di sekolah,” tegas dia (AM)

Exit mobile version