
Biro7.com _ Sampang – Pada tahun 2020 akhir, Jembatan poros penyambung dua Desa Daleman dan Pesarenan kembali ambruk dikarenakan banjir yang menerjang.
Sayangnya, jembatan poros tersebut hingga saat ini masih belum juga terealisasi terkait pembangunannya, sehingga masyarakat yang terdampak kerap melakukan perbaikan secara swadaya demi bisa melintasi jembatan tersebut.
Hosairi, salah satu warga yang selalu hadir dalam perbaikan jembatan menyampaikan, bahwa perbaikan yang kerap dilakukan itu, tidak lain hanya semata-mata untuk bisa melintasi jembatannya, meski kadang sangat menghawatirkan.
“Ya soalnya kalau masyarakat yang memperbaiki ini kan hanya dengan bahan seadanya, sehingga tidak bertahan lama. Diperbaiki rusak lagi, diperbaiki rusak lagi,” Ucapnya. Selasa (27/6/2023)
Kendati demikian, lanjut Hosairi. Yang menjadi pertanyaan kami saat ini selaku warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Bagaimana kabar terkait pembangunannya yang katanya jadi paling prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.
“Apa pemerintah tidak kasihan terhadap rakyatnya. Setiap jembatan ini rusak perbaikannya terus secara swadaya. Kami masyarakat bawahan yang minim ekonomi, kalau hasil kerja kami terus disumbangkan terhadap jembatan ini, apa yang mau dikasih pada anak istri kami,” Ucapnya dengan nada memberi pesan terhadap pemerintah setempat.
“Jadi saya berharap kepada pemerintah setempat. Tolonglah segera perbaiki jembatan kami, biar aktivitas kami kembali normal,” Harapnya.
Sementara Fajar Arif, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Rekontruksi BPBD Sampang setelah di konfirmasi kemarin menjelaskan, bahwa jembatan poros di Desa Daleman sudah masuk di meja Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
“Berarti kalau sudah ada di meja Kemenkeu sudah masuk tahap akhir. Cuma kalau saya mau memastikan kapan-kapannya kan tidak mungkin, soalnya saya hanya pelaksana saja, yang mengatur tetap pusat,” Pungkasnya. (AM)






