Jumlah Santri Asal Sampang yang Meninggal dalam Insiden Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Terus Bertambah

Sampang _ Biro7.com – Tim Disaster Victim Identivication (DVI) Polda Jatim masih terus melakukan proses identifikasi terhadap puluhan korban ambruknya bangunan musholla di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam perkembangan terbaru, tiga santri yang berhasil diidentifikasi diketahui berasal dari Kabupaten Sampang. Ketiganya telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan.

Suasana haru menyelimuti prosesi pemulangan jenazah, yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian serta petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang. Jenazah dibawa dari RS Bhayangkara Surabaya menuju rumah duka di Sampang.

Kepala BPBD Sampang, Fajar Arif, membenarkan bahwa ketiga korban telah dimakamkan di desa asal mereka masing-masing.

Diantaranya, Khoirul Mustakim Safim Tojasari (18) dari Desa Taman, Kecamatan Sreseh; Muhammad Reza Syfai Akbar (14) dari Desa Kotah, Kecamatan Jrengik; serta Syafiuddin (15) dari Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung.

“Begitu tiba di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan dalam suasana penuh duka. Salah satunya, Syafiuddin dimakamkan di Dusun Burnih Oloh, Desa Pajeruan,” ucapnya, Kamis (9/10/2025).

Fajar menyebutkan, hingga 6 Oktober 2025, sudah ada lima santri asal Kabupaten Sampang yang menjadi korban jiwa akibat runtuhnya bangunan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah.

“Saat ini masih terdapat 34 kantong jenazah di RS Bhayangkara Surabaya yang belum teridentifikasi. Bisa jadi di antaranya masih ada korban asal Sampang,” tambahnya.

 

Jurnalis: Cak Amink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *