
Sampang _ Biro7.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Madura menyebut, bahwa pada tahun ini pupuk bersubsidi sedang mengalami penurunan dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, pada tahun 2023 kemarin pupuk bersubsidi jenis Urea di Sampang sebanyak 31.239 ton dan NPK sebanyak 23.689 ton.
Sedangkan di tahun ini kuota pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 20.356 ton dan jenis NPK sebanyak 15.291 ton.
“Wilayah Jawa Timur (Jatim) hampir 50 persen terjadi pengurangan pupuk bersubsidi. Itu semua sudah jatah dari pusat dan terjadi di seluruh Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Suyono, melalui Kabid Ketahanan Pangan dan Holtikultura Disperta KP, Nurdin. Rabu (10/1/2024)
Menurutnya, besaran kuota pupuk bersubsidi 2024 di masing-masing kecamatan se Kabupaten Sampang hampir sama, kecuali di Kecamatan Sokobanah.
Dengan adanya pengurangan kuota pupuk ini otomatis akan berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian, termasuk di Kabupaten Sampang.
“Untuk petani yang sudah masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) di Sampang sebanyak 152.884 NIK,” terangnya.
Atas berkurangnya kuota pupuk bersubsidi tersebut, pihaknya mewanti-wanti terhadap petani agar lebih cermat dalam menggunakan pupuk secara berimbang.
“Dalam penggunaan pupuk lebih baik pupuk organik, semakin banyak pemakaian organik maka tanaman padi akan semakin bagus,” pungkasnya. (AM)






