Masih Lestarikan Tradisi, Petani di Sampang Bajak Sawah Gunakan Sepasang Sapi

Sampang _ Biro7.com –Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pertanian, seorang petani di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, masih setia menggunakan cara tradisional untuk mengolah sawahnya.

Bukan dengan mesin handtractor, melainkan sepasang sapi yang diikat pada sebilah kayu untuk membajak tanah miliknya.

Pemandangan ini menjadi hal yang unik dan langka di tengah modernisasi pertanian yang hampir merata di seluruh Indonesia.

Saat sebagian besar petani kini mengandalkan mesin, Damhuji petani asal Desa setmpat justru memilih tetap memanfaatkan tenaga sapi untuk membajak lahannya.

Damhuji mengatakan, keputusan tersebut bukan karena ingin menekan biaya produksi, melainkan sebagai bentuk pelestarian warisan dari orang tua dan leluhur yang telah turun temurun menggunakan cara serupa.

“Saya membajak sawah pakai sapi bukan karena mau hemat atau tidak mau sewa mesin. Tapi ini warisan orang dulu, jadi agak sulit untuk meninggalkan tradisi ini,” tutur saat ditemui di area persawahannya, Minggu (2/11/2025).

Selain alasan budaya, penggunaan sapi juga disebabkan terbatasnya alat pertanian modern di desanya.

“Disini cuma ada satu mesin milik Kelompok Tani (poktan). Jadi kalau mau sewa harus nunggu giliran dulu, kadang lama. Makanya saya tetap pakai sapi biar bisa langsung kerja,” ujarnya.

Cuma tidak bisa dipungkiri, membajak sawah pakai alat mesin dan sapi berbanding harga jauh. Eviensi pengeluaran lebih terasa.

“Soalnya kalau pakai sapi apalagi punya sendiri tidak begitu banyak mengeluarkan biaya. Kalau pakai mesin kita harus sewa dengan harga yang cukup mahal, karena mereka harus membeli bahan bakar,” pungkasnya

 

 

Jurnalis: Cak Amink 

Exit mobile version