Massa Aksi di Kejari Sampang Diduga Bersumber Dari Tiga Kecamatan.

Sampang _ Biro7.com – Banyaknya massa aksi yang hadir dalam demontrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang tidak kesumuanya murni dari warga Gunung Rancak.

Pasalnya, dari beberapa aksi yang ikut hadir dalam demonstrasi terkait kasus dugaan BLT DD Dana Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal mengaku telah mendapatkan upah, sehingga pihaknya lebih memilih untuk ikut.

Mulyadi (25), salah satu massa aksi mengaku sebagai warga Desa Jelgung, kecamatan Robatal Sampang.

Ia mengatakan diajak oleh seseorang. Dia bersedia ikut karena tak punya kesibukan dan iapun terbujuk tawaran uang dan makanan.

“Saya dikasih uang dan makanan, uangnya 100,”. Katanya.

Hal serupa juga di akui oleh salah satu masa yang ikut meramaikan unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sampang Bersatu (AMSB).

“Saya gak tau demo apa Pak, yang penting saya di bayar” akunya pemuda yang enggan menyebutkan namanya.

Sementara untuk diketahui, bahwa massa aksi demontrasi kemarin sebagian dari Kecamatan Robatal, dan mayoritas dari kecamatan Ketapang dan Kecamatan Banyuates.

Ada sekitar ratusan masa aksi yang ikut demonstrasi mendukung Kejari Sampang mengungkap kasus dugaan korupsi BLT DD Gunung Rancak, namun dari jumlah itu, hanya puluhan yang berdiri dan ikut orasi sementara itu sebagian besar memilih duduk di pinggir.

Menyikapi hal tersebut, di duga kuat kasus BLT tahun 2020 tersebut ada unsur dipaksakan, hingga syarat kepentingan banyak hal, bisa kepentingan lawan politik desa, hingga kepentingan menjelang Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang.

Sehingga dimanfaatkan para pemangku jabatan banyak pihak, tidak lepas Kepala desa bersama para tokoh berpengaruh di desa hingga kecamatan.

Untuk itu, Kejari Sampang diharapkan lebih tegas dan berani mengambil sikap yang berkeadilan hingga berkemanusiaan, agar tidak salah mengambil keputusan.

Dimana jelas, ada segenap kejanggalan kasus diatas, dari waktu yang cukup lama kejadiannya, hingga pelapor dan Pendemo yang mayoritas diluar masyarakat desa setempat, yang mungkin merasa dirugikan atau tidak. (AM)

Exit mobile version