
Sampang _ Biro7.com – Pedagang sapi yang berdomisili di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura mempertanyakan alasan adanya rencana pemindahan yang diduga akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas terkait.
Faktanya. Para pedagang sapi yang setiap satu Minggu satu kali hendak memperjual belikan sapi dagangannya ke Pasar Kedungdung untuk kebutuhan hidup sehari-hari dihadang oleh beberapa petugas yang katanya Dinas dari Sampang.
Mereka menyuruh setiap pedagang yang datang membawa sapi dagangannya untuk di jual ke pasar Sampang, dikarenakan pasar Kedungdung tidak akan lagi digunakan untuk beroperasi jual beli sapi.
“Kami masih belum tahu apa-apa. Soalnya hari Minggu kemarin saya masih juah beli disini. Cuma hari ini kami tidak diperbolehkan. Disuruh langsung jual ke Sampang,” ujar Bahruddin salah satu pedagang saat ditanya media ini. Minggu (21/1/2024)
Disamping itu, pihaknya sangat kecewa atas keputusan ini. Karena seandainya para pedagang yang sudah berdomisili disini disuruh jual beli ke Sampang akan lebih jauh aksesnya dan perlu biaya yang lebih besar.
“Saya tadi lebih memilih dibawa pulang saja sapi dagangan saya. Soalnya untuk ongkos kesana lebih mahal. Iya kalau laku dengan membawa hasil. Kalau tidak, kan kami sudah rugi ongkos nantinya,” tuturnya.
Sementara untuk pihak Kecamatan sendiri masih belum mengetahui atas kejadian yang saat ini sedang terjadi di pasar sapi (Kedungdung).
“Kami tidak tahu mas. Soalnya tidak ada konfirmasi terlebih dahulu terhadap pihak Kecamatan,” jawab Singkat Kepala Kecamatan Kedungdung Moh Sulhan.
Sementara Kepala Bidang Pasar Diskoperindag Sampang, masih belum juga memberikan jawaban alasan terkait permasalahan yang membuat keresahan para pedagang.
“Kalau terkait permasalahan ini bisa langsung ke Kepala Dinas nya mas,” jawabnya. (AM)






