Potret Pilu Warga Sampang: Suryati Terbaring Sakit 4 Tahun, Hidup Bergantung Uluran Tetangga

Sampang _ Biro7.com – Hidup dalam kondisi serba terbatas kini dijalani oleh Suryati (45), warga Dusun Durbugen, Desa Larlar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Selama empat tahun terakhir, ibu satu anak ini hanya bisa terbaring lemah akibat penyakit yang dideritanya, tanpa pernah mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Suryati tinggal bersama suaminya dan seorang putri yang kini masih duduk di bangku SMP. Namun, alih-alih mendapat dukungan, suaminya pun kini turut mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga tak lagi mampu bekerja.

Mirisnya, keluarga kecil ini hanya mengandalkan belas kasih para tetangga yang secara bergiliran membantu menyediakan makanan sehari-hari.

“Ibu Suryati ini sudah sakit cukup lama, kurang lebih empat tahun. Dua tahun terakhir, ia hanya bisa terbaring di atas tempat tidur karena sudah tidak mampu berjalan,” ungkap Suhedeh, tetangga sekaligus orang yang kerap merawat Suryati, Minggu (31/8/2025).

Beban keluarga makin berat lantaran sang anak, yang baru berusia 16 tahun, harus memikul tanggung jawab merawat kedua orang tuanya. Dari memasak, menyuapi, hingga menemani ibunya sepanjang hari dilakukan sendiri olehnya.

“Anaknya yang biasa masak dan merawat. Tetangga juga sering bergantian mengantar makanan,” tambah Suhedeh.

Sayangnya, hingga saat ini keluarga Suryati belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Ketika ditanya soal program bantuan sosial, Suhedeh mengaku tak tahu ke mana harus mengadu. Ia hanya berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kondisi Suryati bisa ditangani secara medis.

“Tiga tahun lalu Suryati pernah berobat, bahkan sampai jual tanah untuk biaya pengobatan sekitar Rp30 juta. Tapi hasilnya nihil. Sejak itu, kami tidak berani bawa ke rumah sakit lagi karena tak punya biaya,” katanya dengan suara lirih.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Kepala Desa Larlar, Suharto, mengaku belum mengetahui kondisi yang dialami oleh Suryati. Ia beralasan baru beberapa bulan menjabat sehingga belum sepenuhnya mengenal kondisi warganya.

“Saya masih baru bertugas di sini. Tapi saya akan segera menindaklanjuti informasi ini dan cek apakah ada bantuan yang bisa disalurkan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Kisah yang dialami Suryati menjadi potret nyata masih adanya warga di Kabupaten Sampang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan jauh dari akses pelayanan kesehatan yang layak. Kini, ia dan keluarganya hanya berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar bisa kembali hidup lebih baik. (AM)

Exit mobile version