
Biro7.com – Sampang _ Salah satu pesien asal Desa Deleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sangat menyayangkan atas sikap yang dilakukan oleh Puskesmas Kedungdung terhadap dirinya.
Pasalnya, menurut Humaidi. Dirinya ditolak saat mau membawa istrinya berobat di Puskesmas Kedungdung dikarenakan Fasilitas Kesehatannya (Faskes) tidak sesuai.
“Katanya punya istri saya Faskes nya Benjer bukan Kedungdung makanya saya di tolak. Padahal saya sudah bilang tadi, kalau memang tidak bisa ikut BPJS. Saya ikut umum aja, tapi tetap saja di tolak oleh Puskesmas Kedungdung,” Ucapnya. Senin (19/6/2023)
Makanya dari itu lanjut Humaidi, saya sangat menyayangkan atas sikap yang dilakukan oleh Puskesmas Kedungdung sendiri.
“Kanapa langsung di tolak, padahal saya masyarakat Kedundung yang ingin juga merasakan fasilitas berobat di Kedungdung. Seharusnya kan ada tindakan terlebih dahulu tidak langsung ditolak begini”
“Semoga kejadian yang seperti ini tidak terulang kembali di Puskesmas Kedungdung. Ya istri saya gak begitu parah, kalau pasien yang parah masak mau dipersulit juga,” Tuturnya.
Di pertegas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang komisi IV Moh. Iqbal Fathoni. Bahwa puskesmas tidak boleh menolak pasien yang mau berobat.
“Puskesmas itu tidak boleh menolak pasien yang mau berobat, cuma selanjutnya bisa disarankan untuk merubah Faskesnya,” Tegasnya.
Sedangkan menurut Kepala Puskesmas (Kapus) Kedungdung sendiri Dr. Hilmi, saat dikonfirmasi melalui via Von. Mengaku dengan adanya penolakan terhadap pesien tersebut dengan beberapa alasan.
“Soalnya, 1. Dia mempunyai BPJS mas, yang Faskesnya bukan Kedungdung, makanya saya sarankan untuk berobat di Faskes yang pesien terdaftar. 2. Kalau saya paksakan umum, takutnya nanti saya di tegor oleh pihak BPJS, maka dari itu saya lebih memilih antisipasi terkait itu,” Paparnya.
Lebih lanjut, Hilmi menyarankan bagi masyarakat yang berdekatan dengan puskesmas Kedundung, atau yang lebih nyaman terkait pelayanannya, sudikiranya untuk merubah Faskesnya.
“Biar kita tidak salah faham terus. Dilayani saya ditegur oleh pihak BPJS, tidak dilayani saya salah dimata masyarakat,” Pungkasnya. (AM)






