SDM PKH, Dinas Sosial, dan Pilar Sosial Gencarkan Home Visit Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat

Biro7.com–Sampang – SDM Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial dan pilar sosial terus menggencarkan kegiatan home visit dalam rangka penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah guna memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Sosial, Moh. Anwari Abdullah, mengatakan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.

“Melalui home visit ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang memang membutuhkan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, SDM PKH bersama pemerintah desa dan pilar sosial melakukan asesmen, pendataan, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga calon siswa terkait sistem pendidikan dan fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat.

Ketua Tim, Moh. Hakim, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, namun juga menjamin kebutuhan dasar peserta didik mulai dari tempat tinggal di asrama, konsumsi, perlengkapan sekolah, hingga akomodasi peserta didik.

Tak hanya itu, fasilitas penunjang yang tersedia juga cukup lengkap, mulai dari laboratorium, perpustakaan, ruang komputer, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga ruang kelas yang representatif.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang akan membuka tiga jenjang pendidikan, yaitu:

– Sekolah Rakyat Dasar (SRD) setingkat SD;
– Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) setingkat SMP; dan
– Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) setingkat SMA.

Pada tahap awal, penerimaan peserta didik hanya dibuka untuk tingkat awal pada masing-masing jenjang. Setiap jenjang akan memiliki tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 90 peserta didik, sehingga total daya tampung mencapai 270 anak. Selain itu, terdapat tambahan kuota peserta didik dari Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep sebanyak 150 anak, sehingga total keseluruhan mencapai 420 peserta didik.

Sesuai instruksi Menteri Pekerjaan Umum, pembangunan fasilitas fisik Sekolah Rakyat ditargetkan rampung sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Setelah pembangunan selesai, tahapan berikutnya akan difokuskan pada persiapan pembelajaran hingga peresmian sekolah.

Menurut Moh. Hakim, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun masyarakat secara luas. Meski demikian, sejumlah tantangan masih ditemui dalam proses penjangkauan di lapangan.

“Karena Sekolah Rakyat merupakan program baru, masih banyak orang tua yang mempertanyakan sistem pendidikannya, termasuk kurikulum pada jenjang SRD. Sebagian lainnya juga merasa keberatan karena anak-anak mereka harus tinggal di asrama,” jelas Moh. Hakim.

Namun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak khawatir. Sebagai salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, sistem pengelolaan dan pembelajaran di Sekolah Rakyat telah dirancang secara matang dengan melibatkan tenaga pendidik dan pengasuh yang kompeten dan berkualitas.

Selain melakukan penjangkauan, para petugas lapangan juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program tersebut dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga kurang mampu.

“Ini adalah terobosan luar biasa dari Bapak Presiden untuk membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Harapan kami, sekolah ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk meningkatkan derajat kehidupan keluarga mereka di masa depan. Karena itu, dukungan dan motivasi dari orang tua sangat dibutuhkan agar anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi,” tutupnya.

Melalui penjangkauan yang masif dan terukur, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi harapan dan perubahan. Sinergi antara pemerintah, pendamping sosial, dan pilar sosial serta dukungan penuh dari keluarga menjadi fondasi penting untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik demi menyongsong Indonesia Emas.

Penulis: F2Editor: Feri.Famhi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *