
Sampang _ Biro7.com- Keprihatinan mendalam menyelimuti kalangan insan pers di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menyusul kabar hilangnya kontak lima jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan di kawasan Anak Gunung Krakatau.
Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama jurnalis, puluhan wartawan di Sampang menggelar doa bersama dan aksi menyalakan lilin di Monumen Kabupaten Sampang.
Dengan suasana penuh haru, para wartawan memanjatkan doa agar kelima rekan seprofesi mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.
Dalam peristiwa tersebut, tiga awak kapal yang turut dalam perjalanan juga dilaporkan belum diketahui keberadaannya.
Mereka adalah Warta selaku kapten kapal, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu atau guide.
Kabar tersebut menjadi perhatian serius bagi wartawan di berbagai daerah, termasuk Sampang. Mereka berharap operasi pencarian terhadap seluruh jurnalis dan awak kapal terus dilakukan secara optimal hingga keberadaan mereka diketahui.
Perwakilan wartawan Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus kepedulian terhadap rekan-rekan seprofesi yang sedang menghadapi musibah.
“Kami di Sampang turut prihatin dan merasakan duka atas peristiwa ini. Doa bersama ini adalah bentuk solidaritas kami kepada rekan-rekan jurnalis yang sedang dalam pencarian,” ujar Hanggara yang saat ini menjabat Ketua PWI Sampang, Senin (14/9/2026)
Menurut dia, tugas jurnalistik mengharuskan wartawan berada di berbagai lokasi untuk mendapatkan informasi secara langsung.
Kondisi tersebut terkadang membuat seorang jurnalis harus menghadapi berbagai tantangan dan risiko di lapangan.
Karena itu, kata Hanggara, ketika musibah menimpa sesama jurnalis, dukungan moral dari seluruh insan pers menjadi sangat berarti, khususnya bagi keluarga yang saat ini masih menunggu kabar.
“Kami berharap mereka semua segera ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga tim pencarian diberikan kemudahan dan seluruh keluarga yang menunggu diberi kekuatan,” katanya.
Dia menegaskan bahwa solidaritas sesama wartawan tidak mengenal batas wilayah maupun organisasi. Menurutnya, seluruh insan pers memiliki rasa kepedulian yang sama ketika ada rekan seprofesi mengalami musibah saat menjalankan tugas.
“Kami tidak ingin hanya berdiam diri. Lilin yang kami nyalakan malam ini menjadi simbol bahwa harapan itu tetap ada. Semoga kabar baik segera datang dan rekan-rekan kami bisa kembali dengan selamat,” tuturnya.
Usai doa bersama dan aksi menyalakan lilin, kegiatan solidaritas dilanjutkan dengan membagikan nasi kotak kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lampu merah yang berada dekat lokasi kegiatan.
Selain sebagai bentuk sedekah, pembagian nasi tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat agar ikut mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.
Bagi para wartawan Sampang, aksi tersebut menjadi bentuk kecil dari kepedulian di tengah ketidakpastian. Mereka berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi penguat bagi keluarga yang sedang menanti serta menjadi bagian dari ikhtiar agar seluruh jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam keadaan selamat. (AM)






