Lulusan Pendidikan Kesetaraan Meningkat, IPM Sampang Masih Jalan di Tempat


Sampang _ Biro7.com – Meski ratusan siswa berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C setiap tahunnya, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sampang mengakui capaian tersebut belum mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Minimnya pengelolaan dan belum tumbuhnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama lambannya kemajuan di sektor ini. Selasa (12/8/2025)

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dispendik Sampang, Dewi Trisna, menjelaskan bahwa secara logis, peningkatan jumlah lulusan seharusnya bisa memangkas angka anak tidak sekolah dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan IPM.

“Dampaknya tentu ke IPM kan. Tapi kenyataannya belum ke sana,” ujar Selasa (12/8/2025).

Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa menetapkan target kelulusan setiap tahun karena pendidikan kesetaraan masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat.

“Daya tariknya masih rendah. Masyarakat belum sepenuhnya melihat pentingnya pendidikan kesetaraan. Ini jadi pekerjaan rumah besar bagi kami,” tegasnya.

Padahal, pendidikan kesetaraan sebenarnya bisa diakses secara gratis. Biaya operasional sudah ditanggung pemerintah melalui skema Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

“Tidak ada biaya apa pun. Semua sudah ditanggung negara,” jelasnya.

Sehingga saat ini, dalam bentuk upaya peningkatan kualitas, Disdik Sampang juga melakukan evaluasi ketat terhadap lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan kesetaraan.

Al hasil, dua lembaga sudah resmi ditutup karena tidak memenuhi standar, sementara dua lainnya sedang dalam proses penutupan. Sisanya diklasifikasikan berdasarkan tingkat kelayakan, mulai dari sangat layak hingga tidak layak.

Bagi lembaga yang masuk kategori tidak layak, Dispendik menjanjikan pendampingan dan pembinaan intensif.

Meski mengakui bahwa jumlah ijazah yang diterbitkan tiap tahun cukup tinggi bahkan menembus angka 100 namun Dewi menyayangkan bahwa hasil tersebut belum berdampak signifikan terhadap kenaikan IPM daerah.

“Ijazah memang banyak, tapi realitanya belum memberikan dampak besar pada peningkatan IPM,” pungkasnya. (AM)

Penulis: Cak AminkEditor: 3f_Fahmi.red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *