
Sampang _ Biro7.com – Sempat jadi perbincangan di beberapa grup Watshap terkait adanya dugaan Dana Bos yang dijadikan bancakan oleh pihak Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampang.
Beberapa informasi sempat ramai, mulai dari Dana Bos yang digunakan tidak transparan, beberapa ruang Laboratorium tidak digunakan serta isu- isu lainnya.
Sehingga akhir-akhir ini, SMKN 1 Sampang merasa sedang diterpa angin pemberitaan yang mana terkesan adanya tendensius, dan jauh dari fakta yang ada. Rabu (7/5/2025)
Menurut Wakahumas dan Waka Kurikulum SMKN 1 Sampang, Aulia Niswa dan Mukadar dengan gamblang mengeluhkan terkait adanya pemberitaan yang menyangkut Lembaga Pendidikan yang menjadi tempat dirinya bertugas menjalani Profesi sebagai guru kepada pihak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang.
Pihaknya mewakili Kepala Sekolah SMKN 1 Sampang Ibu Rahmawati berharap terhadap PWI Sampang bisa meluruskan terkait adanya pemberitaan yang sudah jadi perbincangan tersebut.
Menurut Aulia, ada beberapa poin yang dinilai tidak sesuai fakta dan pernyataan dirinya bersama Kepala Sekolah pada waktu diwawancarai oleh wartawan tersebut.
Pertama terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jelas transparan dan digunakan sesuai petunjuk teknis yang ada, namun di tuduh terindikasi penyimpangan tanpa ada bukti dasar yang akurat.
Selanjutnya enam ruang laboratorium yang dituding mangkrak padahal saat ini beroperasi secara bergantian disebabkan keterbatasan listrik.
Bahkan, faktanya saat ini sudah lama proses penambahan daya listrik, bukan penurunan daya listrik seperti yang dituduhkan.
“Terakhir ada juga tuduhan penarikan uang kas oleh pihak sekolah, padahal itu adalah tabungan kelas yang sifatnya kesepakatan antar siswa dan dikelola hingga untuk kepentingan siswa sendiri, itupun tidak semua kelas yang berlangsung,” tuturnya
Sementara Mukadar menambahkan, bahwa di SMKN 1 Sampang setiap tahun pasti ada peningkatan sarana prasarana seperti perbaikan ruang perpustakaan, laboratorium, kelas, pagar, dan lain-lain berdasarkan skala prioritas.
Sehingga dirinya menyayangkan atas informasi yang terkesan tidak sesuai dengan kenyataan.
“Kami Kecewa, karena dirasa sudah menyudutkan sekolah kami, padahal saat waktu di konfirmasi kami sambut dengan baik dan dijelaskan sesuai fakta yang ada,” keluh Mukadar pada PWI Sampang. (AM)






