
Sampang _ Biro7.com – Salah satu aktivis Gerakan Pemuda Kreatif (GPK) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dibuat geram oleh kinerja PT PLN Persero ULP Sampang, yang seakan-akan lalai atas keluhan masyarakat di kabupaten Sampang khususnya di Desa Jerenguan.
Kendati demikian, Amrizal selaku ketua GPK Sampang akan memberikan waktu terhadap PT PLN Sampang untuk turun ke bawah, dan memperbaiki voltase yang saat ini bermasalah, kalau tidak, dirinya akan atur jadwal lagi untuk gerakan yang selanjutnya.
“Kami bawa 3 tuntutan kemarin waktu audensi dengan pihak PLN, dan itu kami harap pihak PLN mengindahkannya, karena kalau tidak, kami akan atur jadwal lagi audiensi dengan DPRD Sampang yang akan disusul langsung dengan turun jalan bersama Dewan di depan kantor PT PLN Sampang,” Ucapnya. Kamis (13/7/2023)
Tidak hanya itu, lanjut Rizal. Bahwa dirinya juga akan melakukan pemboikotan terhadap listrik yang berada di Kecamatan Omben, khususnya di Desa Jerenguan.
“Dan kami akan melayangkan surat permohonan pencabutan/pembekuan/ pemberhentian terhadap manajer PLN Sampang dan pihak-pihak yang terkait kepada UP3 Pamekasan, dengan tandatangan langsung Tokoh masyarakat Sampang, DPRD Sampang juga Bupati Sampang,” Tambahnya.
Sedangkan tuntutan yang dibawa oleh GPK Sampang antara lain.
1. Segera tindak lanjuti janji PT PLN rayon Sampang dan permohonan masyarakat terkait penormalisasian voltase listrik masyarakat Sampang khususnya di Desa Jerenguan.
2. Segera lakukan penambahan travo di Desa Jerenguan.
3. Segera Turba ke Desa-desa yang dianggap tidak normal listriknya oleh masyarakat.
Sementara itu sebelumnya, Manajer PT PLN Persero ULP Sampang Fahriza Arif Amirullah mengatakan, bahwa usulan masyarakat di tahun 2020 dan 2022 kemarin sudah dalam tahap proses, dan keluh kesah masyarakat sudah ditindaklanjuti ke UP3. Akan tetapi proses penindakan berada di luar lingkup kami.
“Jadi realisasi kapan-kapannya, kami belum bisa memberikan janji apapun karena semuanya berproses,” tandasnya. (AM)






