Bersama Petani Lokal, Poltera Sampang Kembangkan MP – ASI dari Jamur Tiram

Sampang _ Biro7.com – Mahasiswa Politeknik Negeri Madura (Poltera) yang terletak di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal.

Kali ini, Poltera menggandeng kelompok petani jamur tiram di Desa Omben, untuk menciptakan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan dasar yang bernutrisi tinggi dan ramah anak.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Program dimulai sejak Juni 2025 dan mencakup serangkaian kegiatan mulai dari Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, hingga pendampingan intensif kepada para petani.

Jamur tiram dipilih sebagai bahan utama karena kandungan gizi alaminya yang tinggi, khususnya protein nabati dan serat, serta kemudahan dalam proses budidaya. Produk yang dihasilkan berupa bubur bayi instan berbasis tepung jamur tiram praktis, bergizi, dan dapat menjadi pilihan sehat untuk anak usia dini.

Tim pelaksana dari Poltera melibatkan tiga dosen, yaitu Cucun Setya Ferdina, S.S.T., M.Keb., Kristian Triatmaja Raharja, M.Kes., dan Elisa Christiana, M.Keb., serta dua mahasiswa, yakni Subkhan Umam Amrulloh dan Ishrokiyah Ofi Maulidina.

Mereka bekerja sama dengan Omah Jamur Hijrah, UMKM lokal milik Abd. Hakki yang menjadi mitra dalam pengolahan produk jamur. Kamis (18/9/2025)

Ketua tim pelaksana, Cucun Setya Ferdina, menyampaikan bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat ini tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi anak, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ekonomi petani jamur.

“Program ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga membuka akses pasar dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal. Harapannya, petani bisa naik kelas dan masyarakat mendapatkan alternatif pangan sehat yang mendukung penurunan angka stunting,” jelas Cucun.

Petani di tempat dilaksanakannya program ini, merespons positif kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan pelatihan dan pendampingan yang diberikan, sekaligus melihat peluang baru dalam pengembangan produk olahan jamur.

Dengan terobosan ini, Poltera membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif antara kampus dan masyarakat mampu menghasilkan solusi konkret dalam isu gizi anak dan pemberdayaan ekonomi lokal. (AM)

Exit mobile version