
Sampang _ Biro7.com – Komitmen serius Pemerintah Kabupaten Sampang dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan penurunan angka stunting kembali digagas dengan diresmikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Baghdady, yang terletak di Dusun Lenteng, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Rabu (1/10/2025)
Peresmian ini dipimpin langsung oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi yang turut didampingi Wakil Bupati Sampang Achmad Mahfudz, serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah lainnya.
Turut hadir Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, Kapolres Sampang AKBP Hartono, anggota DPRD Sampang Mohamad dan Alan Kaisan, Kepala Bappeda Hanik Layla, Forkopimcam Kedungdung, para Kepala Desa se-Kecamatan Kedungdung, Kepala SPPG Al-Baghdady Azizi Agam Hidayatulloh, serta beberapa kepala sekolah dari wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyatakan dukungannya terhadap implementasi Program MBG yang menjadi bagian dari misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menekankan bahwa program ini harus dijalankan dengan tepat sasaran serta menjaga mutu makanan yang disalurkan.
“Kami mendukung penuh program MBG di Sampang. Ini bukan sekadar pembagian makanan, tapi langkah nyata untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Jangan sampai ada makanan yang sudah tidak layak konsumsi diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, tercatat sudah ada 36 dapur MBG yang aktif melayani masyarakat. Sebanyak 45 dapur lainnya telah memperoleh izin operasional dan tengah menunggu jadwal peresmian. Total kebutuhan dapur MBG di seluruh Kabupaten Sampang ditargetkan mencapai 93 titik.
Sementara itu, Komandan Kodim 0828 Sampang mengungkapkan bahwa dapur MBG di bawah pengelolaan SPPG Yayasan Al-Baghdady menargetkan sekitar 3.326 penerima manfaat yang tersebar di lima desa, yakni Moktesareh, Batoporo Timur, Rabasan, dan Rahayu. Penerima manfaat meliputi pelajar, ibu hamil, balita, serta ibu menyusui.
Kepala SPPG Al-Baghdady, Azizi Agam Hidayatulloh, menyampaikan harapannya agar keberadaan dapur MBG ini menjadi langkah konkret dalam menurunkan prevalensi stunting dan memperbaiki status gizi warga Sampang.
“Kami juga menjalin sinergi dengan Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulya di Desa Moktesareh sebagai mitra dalam penyediaan bahan pangan. Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, baik berupa saran maupun kritik konstruktif, demi perbaikan layanan yang berkelanjutan,” ujarnya. (AM)






