
Sampang _ Biro7.com – Turunnya hujan hari ini yang diperkirakan sudah 8 jam tak kunjung berhenti membuat sebagian Masyarakat khawatir akan terjadinya banjir di Kabupaten Sampang Madura.
Hujan diperkirakan turun mulai Jam 03:00 Wib pagi hari disaat sebagian Masyarakat melaksanakan sahur, dan hingga saat ini masih belum juga ada tanda-tanda berhenti disebabkan cuaca alam yang masih saja terus mendung.
Salamo warga asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengaku khawatir akan terjadinya banjir di Kabupaten Sampang, mengingat begitu lama hujan yang turun.
“Saya yang tahu itu sejak pagi, waktu masyarakat sini melaksanakan sahur. Yak sampai saat ini masih belum juga berhenti,” tuturnya. Selasa (12/3/2024)
Lebih lanjut, penyebab kekhawatiran pihaknya akan kondisi alam hari ini, dikarenakan tanaman padi milik dirinya masih belum di panen, sementara untuk posisi sawahnya kerap dilanda banjir.
“Biasanya kalau tanaman padi yang sudah ada buahnya terdampak banjir akan rusak. Hasil berasnya itu tidak putih,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menghawatirkan atas kondisi Jembatan poros penyambung dua Desa antara Daleman dan Pesarenan sebagai warga terdampak.
“Soalnya jembatan tersebut sudah lama rusak dan masih belum ada perbaikan dari Pemerintah setempat. Itu hanya sekilas perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya jadi tidak begitu kokoh, takutnya kalau terdampak banjir lagi akan roboh kembali,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Candra Amin mengatakan, dirinya telah menyuruh rekan-rekannya untuk mengecek langsung ke sungai-sungai yang diperkirakan akan meluap.
“Teman-teman BPBD sudah ada yang memantau ke Sungai Banyumas, Panyepen dan Batu rangsang. Sungai disana sudah meluap,” pungkasnya. (AM)
Sampang _ Biro7.com – Turunnya hujan hari ini yang diperkirakan sudah 8 jam tak kunjung berhenti membuat sebagian Masyarakat khawatir akan terjadinya banjir di Kabupaten Sampang Madura.
Hujan diperkirakan turun mulai Jam 03:00 Wib pagi hari disaat sebagian Masyarakat melaksanakan sahur, dan hingga saat ini masih belum juga ada tanda-tanda berhenti disebabkan cuaca alam yang masih saja terus mendung.
Salamo warga asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, mengaku khawatir akan terjadinya banjir di Kabupaten Sampang, mengingat begitu lama hujan yang turun.
“Saya yang tahu itu sejak pagi, waktu masyarakat sini melaksanakan sahur. Yak sampai saat ini masih belum juga berhenti,” tuturnya. Selasa (12/3/2024)
Lebih lanjut, penyebab kekhawatiran pihaknya akan kondisi alam hari ini, dikarenakan tanaman padi milik dirinya masih belum di panen, sementara untuk posisi sawahnya kerap dilanda banjir.
“Biasanya kalau tanaman padi yang sudah ada buahnya terdampak banjir akan rusak. Hasil berasnya itu tidak putih,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menghawatirkan atas kondisi Jembatan poros penyambung dua Desa antara Daleman dan Pesarenan yang juga sebagai salah satu warga terdampak.
“Soalnya jembatan tersebut sudah lama rusak dan masih belum ada perbaikan dari Pemerintah setempat. Itu hanya sekilas perbaikan sementara yang dilakukan secara swadaya jadi tidak begitu kokoh, takutnya kalau terdampak banjir lagi akan roboh kembali,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Candra Amin mengatakan, dirinya telah menyuruh rekan-rekannya untuk mengecek langsung ke sungai-sungai yang diperkirakan akan meluap.
“Teman-teman BPBD sudah ada yang memantau ke Sungai Banyumas, Panyepen dan Batu rangsang. Sungai disana sudah meluap,” pungkasnya. (AM)






