
Sampang _ Biro7.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang harus bekerja ekstra di tengah peralihan musim penghujan ke kemarau atau yang biasa disebut dengan Pancaroba.
Kenapa tidak, beberapa hari terakhir ini, tepatnya di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang sudah terjadi tigakali bencana alam dititik yang berbeda.
Pertama longsor terjadi di Dusun Gindajah yang menggerus tebing sepanjang 27 meter, kemudian di Dusun Pongtengah panjang longsor sampai 18 meter.
Tidak hanya itu ada juga Pohon berukuran cukup besar tumbang di Dusun Dempol Timur, Desa Kotah Kecamatan Jrengik, Sampang hingga menutup akses jalan di Desa setempat.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Candra Ramadhani Amin bahwa dampak cuaca ekstrem bisa sangat merugikan, terutama bagi daerah yang rawan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang seperti yang terjadi kemarin (4/5/2025).
“Saat ini kita berada di masa pancaroba, masa peralihan musim yang kerap diwarnai cuaca ekstrem. Kabupaten Sampang termasuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak,” jelasnya, Rabu (7/5/2025).
Tapi Alhamdulillah pada kejadian kemarin tidak ada korban jiwa, hanya saja tebing penahan jalan mengalami rusak ringan.
“Kejaidian itu terjadi akibat menurunnya kepadatan tanah,” tutupnya (AM)






