
Sampang _ Biro7.com – Kemarau Panjang di tahun ini mengakibatkan sebagian debit air sumber Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Kabupaten Sampang Madura terus berkurang. Bahkan dari 26 sumber yang diketahui, sampai ada yang kering hingga 0 persen.
Menurut Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan menyatakan, bahwa di tengah musim kemarau seperti saat ini sangat berpengaruh pada debit air di sumber.
Sedangkan untuk berkurangnya debit air yang paling signifikan terjadi di sumber Bakti, Kecamatan Ketapang yang penurunannya hingga 0 persen dan sudah kering sehingga harus di nonaktifkan atau off.
“Kalau di sumber Bakti setiap musim kemarau pengurangan debit airnya selalu signifikan,” ucapnya, Jum’at (13/10/2023)
Sementara untuk di wilayah perkotaan, seperti di sumber Gunung Maddah, Glisglis dan Ruberuh kondisinya masih terbilang aman meski yang ada di Glisglis mengalami penurunan dan tinggal 30 persen.
“Untuk penyaluran masih terbilang normal walaupun penyalurannya menggunakan sistem bagi,” terangnya.
Lebih lanjut pihaknya menuturkan, bahwa di musim kemarau yang masih berkelanjutan ini akan mengganti pompa dengan debit yang lebih kecil. Artinya, kapasitas pompa yang sebelumnya 24 liter diganti ke 15 liter. Dengan begitu, pengurangan air di sumber tidak cepat habis karena daya penyedotan berkurang.
“Tentu berpengaruh pada air yang disalurkan, lebih sedikit ke pelanggan. Tapi ini solusi baik agar debit air tidak mengering dan membuat air tidak bisa disalurkan,” tuturnya.
Sedangkan untuk di kawasan Kecamatan Ketapang, harus dilakukan pengalihan aliran. Jika sebelumnya menggunakan sumber Bakti, kini menggunakan saluran air dari sumber Payung yang berlokasi di Kecamatan Robatal.
“Dengan pengalihan ini air tetap tersalurkan ke masyarakat,” pungkasnya. (AM)






