Pupuk Indonesia dan KP3 Sampang Perkuat Komitmen Distribusi Pupuk Subsidi 2026

Sampang _ Biro7.com – PT Pupuk Indonesia bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sampang, menggelar sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi sekaligus penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) bagi Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima Pada Titik Serah (PPTS) untuk tahun anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Bahagia itu menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjamin pendistribusian pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran bagi petani.

Pembinaan dan pengawasan disampaikan langsung oleh tim KP3 Kabupaten Sampang dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang, TNI/Polri, Kejaksaan Negeri, Dinas Perdagangan, Bidang Perekonomian daerah, serta instansi terkait lainnya. Rabu (24/12/2025)

Kepala Disperta KP Sampang, Ir. Suyono, menegaskan bahwa peran PUD dan PPTS sangat strategis dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk subsidi hingga ke tingkat petani.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh penyalur untuk patuh terhadap regulasi, baik dari sisi administrasi maupun teknis penyaluran di lapangan.

“Pupuk subsidi menyangkut kebutuhan dasar petani. Penyalur harus disiplin administrasi, menyalurkan sesuai alokasi, dan tidak melanggar ketentuan harga yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Sementara itu, AE Wilayah Madura PT Pupuk Indonesia, Sigit Cahyono, mengingatkan bahwa seluruh PUD dan PPTS wajib mematuhi peraturan perundang-undangan serta menjual pupuk subsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Tidak ada ruang untuk pelanggaran. PT Pupuk Indonesia akan memberikan sanksi tegas kepada PUD maupun PPTS yang terbukti melakukan penyimpangan, baik secara administratif maupun dalam praktik penyaluran,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, AE Wilayah Madura PT Pupuk Indonesia, Yoppy Sandi Julian, berharap sosialisasi ini dapat mendorong distribusi pupuk subsidi tahun 2026 di Kabupaten Sampang berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Dengan tata kelola distribusi yang baik, kami optimistis sektor pertanian di Madura dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” pungkasnya. (AM)

Exit mobile version