
PAMEKASAN,BIRO7.COM – Ribuan masyarakat Madura memadati beberapa akses jalan di Kabupaten Pamekasan, menyambut kedatangan H. Khairul Umam alias Haji Her dari Jakarta Usai menjalani Pemeriksaan di Kantor Komisi pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, Minggu, (13/4/2026).
Haji Her tampak terkejut melihat puluhan ribu masyarakat memadati jalan menuju Gudang Induk Bawang Mas, tempatnya menjalani transaksi dengan petani tembakau Madura lewat harga yang berkeadilan.
Ribuan masyarakat tersebut tidak hanya dari Kabupaten Pamekasan, tapi juga dari Bangkalan, Sampang dan Sumenep yang rela menunggu Haji Her di Suramadu sejak pagi. Tidak hanya masyarakat, para ulama dan tokoh masyarakat turut mendukung penuh segala perjuangan Haji Her demi kesejahteraan petani di Madura.
Para ulama tersebut memandu jalannya doa dan istigatsah di Gudang Induk Bawang Mas. Mereka turut menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perjuangan Haji Her dan imbauan tentang persiapan musim tanam tembakau.
Para ulama tersebut meliputi KH. Hakam Masduki, KH. Fahrurrozi Musyaffa dari Pondok Pesantren Cendana Kadur, KH. Afifuddin Toha selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Sumber Gayam Kadur, KH Kholil Muhammad yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Gunung Sari, dan beberapa ulama kharismatik lainnya.
Tidak hanya kalangan petani tembakau, Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) itu turut disambut oleh masyarakat umum, para santri, ulama, dan tokoh masyarakat Madura dari Bangkalan hingga Sumenep.
Di Bangkalan, Haji Her disambut ribuan masyarakat. Ribuan masyarakat tersebut dimungkinkan mengapresiasi Haji Her yang telah berperan besar dalam menyejahterakan warga Madura, utamanya mereka yang berprofesi sebagai petani tembakau.
Di Kabupaten Sampang, Haji Her disambut oleh 1.500 lebih masyarakat yang bersiap dengan kendaraan roda empatnya. Mereka mengiringi kepulangan Haji Her ke Kabupaten Pamekasan.
Dalam kesempatan itu, Kiai Afif dan para ulama lainnya serta masyarakat berdoa untuk kelancaran petani yang dalam waktu dekat akan menjalani masa tanam tembakau.
Di gudang induk Bawang Mas Group, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, masyarakat diingatkan dengan sejarah pembelian tembakau tiap musim panen dilakukan Haji Her, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap harga tembakau Madura.
Sementara itu, Kiai Kholil Muhammad mengimbau petani untuk bersiap akan berhadapan dengan El Nino atau kemarau panjang, kaitannya dengan potensi kekeringan atau kelangkaan air.
“Sekali lagi, mari kita berdoa secara khusuk untuk kelancaran dan kesejahteraan petani tembakau Madura,” tukasnya.


